DOA ABU UMAMAH

RAHASIA KEAMPUHAN DOA
(Abu Umamah Al-Bahiliy r.a)

“ ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WA A’UDZUBIKA MINAL AJZI WAL KASALI WA JUBNI WAL BUKHLI WA GHOLABATID DAINI WA QOHRI RIJAAL “

‘ Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari hal yang menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, penakut dan bakhil. Aku juga berlindung pada-Mu dari hutang yang menyibukkan dan dikuasai oleh orang lain ‘

Doa ini memakai kalimat a’udzubika artinya al’iltija’,(mohon ketentraman), al-istighatsah (mohon perlindungan), al-I’tisham (mohon penjagaan), al-istijarah (mohon bantuan).

Al –Qur’an menyuruh isti’adzah, karena posisi manusia senantiasa berada dalam 3 (tiga) pilihan keadaan ; kerusakan, kekurangan dan kelemahan, Imam al-Ghazali (450-505 H) menamakan tiga titik rawan ini dengan madkhal (pintu masuk syetan). Dari pintu inilah syetan menebarkan virus keburukan, kemalangan dan kerugian pada manusia. Fungsi isti’adzah antara lain untuk menjauhkan keburukan, kemalangan dan kerugian itu dari sisi kehidupan manusia.

Arti/Makna kata dalam doa :
• Al-Hammu adalah kesedian yang belum tampak atau belum terbayangkan bagaimana kejadiannya, sehingga membuat hati resah. Al- Hammu adalah sedih yang menggelisahkan, membuat badan kurus, makan terganggu atau tidur tidak teratur. Kata Syeikh Mubarakfuri dalan at-Tufah, al-Hammu akhassu mina’l hazn. Duka cita sifatnya lebih khusus dari pada kesedihan.
• Al- Hazan adalah dhiddu as-surur, kebalikan dari bahagia, dan biasanya sudah terjadi (al-madhiy). Kendatipun sudah terjadi, tapi pengaruhnya meninggalkan gumpalan kekecewaan dan irisan duka yang dalam. Orang yang hidupnya bahagia selalu beruntung. Karena ia diliputi ketenangan dan perasaan senang/ketentraman lahir batin. Sementara al-Hazn, bisa jadi tampak seakan akan tentram dari luar, padahal hatinya sedang duka-lara, tengah gundah-gulana. Kesedihan, jelas mengganggu gaya hidup.
• Al-Ajzu menurut Imam an-Nawawi (631-676 H) dalam Syarah Shahih Muslim mengartikan al-‘ajzu dengan ‘adamul qudrah ‘ala’l-khayr, tidak ada kemampuan untuk meraih kebajikan. Ada juga sementara ahli yang mengartikannya dengan tarku ma yajibu fi’luhu wa at-taswiyfu bihi. Meninggalkan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan dengan cara mengulur-ulurkannya. Al-‘ajzu adalah patah semangat, tidak ada gairah atau punya gairah tapi tak kuasa mengekspresikannya.
• Al-Kasali, tulis Imam an-Nawawi adalah ‘adamu inbi’atsi an-nafs li’l-khayri wa qillati ar-raqbah ma’a imkanihi, hilangnya gairah hati untuk meraih kebajikan atau tipisnya keinginan hati sehingga kecil kemungkinan ia bisa melaksanakan perbuatan itu. Ringkasnya, malas adalah orang yang gairah kerjanya, impotent. Lebih suka duduk-duduk, berlengah lengah atau berleha-leha . gemar berjudi, bergadang, menghitung bintang dan santai santai. Orang yang terjangkiti penyakit al-ajzu dan al-kasal, pasti akan banyak kehilangan kesempatan dan moment moment emas.
• Al – Jubn adalah sifat yang berlawanan dengan as-syaja’ah dan as-syujja’ (berani). Jika al-Bukhl, banyak pertimbangan, maka al’jubn tidak punya inisiatif, gagasan atau ide apa-apa. Al- Jubn sama persis dengan ungkapan, takut sebelum melangkah.
• Al- Bukhl, asal artinya terhalangi atau tercegah. Yaitu orang yang kemauan baiknya terhalangi oleh sifat kedekut. Kebalikan dari as-Sakhwah (kedermawanan). Kikir membahayakan kehidupan manusia, karena itu syari’at Islam membenci orang kikir. (SQ 3:180).
• Ghalbaha dayni, karena sering menyeret krediturnya pada kebiasaan mengumbar janji, bermuka manis dan berminyak air, sehingga lama kelamaan menyulapnya menjadi orang munafiq.
• Qohri ar-rijal (dikuasai orang) adalah orang yang kebebasannya terbelenggu atau hak kemanusiaannya terpasung, penuh oleh rasa malu. Selalu dimata – matai atau berada dalam bayang-bayang salah tingkah.

Imam Nawawi mengatakan sunnah hukumnya mengamalkan doa ini dan memperoleh tabarruk dari keutamaan isi dan kandungannya. Semog kita termasuk orang yang pandai mengambil pelajaran dan termasuk orang yang dianugerahi kemauan, kemampuan dan kesempatan oleh Allah untuk melaksanakannya demi meraih tujuan yang lebih besar. Thursday, January 25, 2007

Dikutip dari Buletin Dakwah

Iklan