RSS

Upah al-Jazzar & Org Kafir

06 Des

“siapa yang menyembelih sebelum shalat (ied) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan siapa menyembelih setelah shalat maka sungguh dia telah menyempurnakan qurbannya dan sesuai dengan sunnah” (HR. Bukhari-Muslim)

Qurban bagian dari ibadah, ibadah sifatnya tauqifiyah ; baku atau berdasarkan paket syari’at. Allah swt berjanji akan mengganjar secara berlipat ganda, setiap ibadah yang dikerjakan atas dasar tauqifiyah tadi. Pertama, pahala ganjaran taatnya kepada Allah swt dan ittiba’nya terhadap Rasulullah saw. Kedua, pahala ganjaran amal yang bergantung pada aspek kesungguhan dan keikhlasannya dalam berbuat.

Untuk mengerjakan pahala yang berlipat ganda itulah, amal menjadi penting bagi kita untuk mengetahui tentang hal berikut ini :

Upah al-Jazzar bukan dari daging qurban

Pembagian daging hewan qurban. Nabi pernah berqurban dengan 100 ekor unta ; 63 ekor unta dari Nabi saw., 37 untuk Ali bin Abu Thalib, Nabi berqurban lagi dengan 33 ekor unta. Rasulullah saw telah memerintahkan aku yakni Ali bin Abi Thalib ra menyembelih unta-untanya . beliau menyuruh ak mensedekahkan daging, kulit dan apa yang menutupi belakang unta unta itu (seperti pelana dan sejenisnya). Nabi saw juga memerintahkan aku agar tidak memberikan kepada al-Jazzar (Penyembelih/Jagal) sedikitpun darinya. Ali melanjutkan : “kami memberikan upah untuknya dari apa yang ada pada kami.” (Shahih Bukhari, Shahih Muslim).

Imam Ahmad mengatakan : kami berpegang pada hadits ini, yaitu membagi daging qurban dalam tiga bagian masing masing untuk pengurban, untuk dibagi dan untuk hadiah buat keluarga atau kerabat. System bagi seperti ini disetujui oleh Imam Ishaq dan dipegang kuat oleh Imam As-Syafii. Atau kalau mau dibagi dua, seperti diisyaratkan dalam Al-Hajj:28 , perintah dalam ayat ini menurut Jumhur li an-nadab, artinya “sunnah bagi pengurban untuk memakan daging qurbannya, meskipun sedikit, demikian pula orang lain. Daging qurban harus lebih banyak yang dibagi daripada yang diambil pengurban.”

Orang Kafir, Dapat bagiankah ? ( ada beberapa pendapat )

Diriwayatkan oleh Imam Baihaq dalam as-sunan : 5956 bahwa Nabi saw memakan hati binatang qurbannya. Orang kafir dzimmi (yang tidak menampakkan permusuhan) boleh memakan daging qurban atau memperoleh bagian. Imam Al-Hasan , Abu Tsaur dan Ashabur ra’yi membolehkan, sementara Imam Malik dan al-Laits membenci distribusi daging qurban pada orang kafir, meskipun Cuma kulitnya saja. Lajnah Da’ima Saudi Arabia membolehkan dengan syarat 1). Orang kafir itu termasuk tetangga pengurban. 2). Orang kafir itu, bukan kafir harbi (memusuhi Islam). Sedang menurut fatwa Mufti Kerajaan Brunei mengharamkan membagi daging hewan qurban pada orang kafir. Namun untuk zakat fitrah sepakat para ulama bahwa orang kafir tidak boleh dapat bagian , karena tidak termasuk mustahiq.

Maraji’ : Bulletin Dakwah No.48 Th.XXXIV … jelang idul qurban 1428 H pada 20 des 2007…

Iklan
 
Komentar Dinonaktifkan pada Upah al-Jazzar & Org Kafir

Ditulis oleh pada Desember 6, 2007 in Pengajian

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: