Beda Hari Raya, Pengin Tahu Kenapa ?

Masalah penetapan hari raya di Indonesia, bagi masyarakat awam sangat membingungkan kenapa berbeda. Biasa terjadi pada saat hari raya idul fitri dan idul adha. perbedaan ini yang menimbulkan 2 versi yang berbeda antara yang pemerintah dan nonpemerintah. Kemaren aku mencoba cari tahu masalah perbedaan ini di internet akhirnya dari beberapa sumber aku temukan artikel 2 yang terkait :

1. Konsultasi EraMuslim ; Pendapat pertama (Keragaman Mathla’): masuk akal dan secara tidak langsung sebenarnya kita di Indonesia dan bahkan umat Islam di seluruh dunia selama ini -sadar atau tidak sadar- telah menjalankannya.Pendapat kedua (Wihdatul Mathla’)  sebenarnya juga sangat bagus, meski belum pernah terjadi. Mengapa? Karena ada hambatannya, yaitu kalau memang harus berlebaran bersama, maka harus ada satu pihak yang disepakati sebagai rujukan. Lalu siapakah orangnya atau apa lembaganya?Ternyata juga tidak ada selama ini yang disepakati. Maka tiap negeri Islam berijtihad sendiri-sendiri. Info selengkapnya klik di sumbernya : http://eramuslim.com/ustadz/fqk/7c14002348-sholat-iedul-adha-mana-harus-diikuti.htm?other

2. OPINI Hizbul Tahrir IndonesiaPerintah Nabi Muhammad SAW kepada Amir (Wali) Makkah untuk menetapkan hari dimulainya manasik haji berdasarkan ru’yat. Di samping itu, Rasulullah SAW juga telah menetapkan bahwa pelaksanaan manasik haji (seperti wukuf di Arafah, tawaf ifadah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah), harus ditetapkan berdasarkan ru’yat penduduk Mekah, bukan berdasarkan ru’yat penduduk Madinah, penduduk Najd, atau penduduk negeri-negeri Islam lainnya. Dalam kondisi tiadanya daulah islamiyah (khilafah), penentuan waktu manasik haji tetap menjadi kewenangan pihak yang memerintah hijaz dari kalangan kaum Muslim, meskipun kekuasaannya sendiri tidak sah menurut syara’. Dalam keadaan demikian, kaum Muslim di seluruh dunia wajib melaksanakan Idul Adha pada yaumun nahr (hari penyembelihan kurban), yaitu tatkala para jamaah haji di Mekah sedang menyembelih kurban, pada 10 Dzulhijjah. Dan bukan keesokan harinya (hari pertama dari Hari Tasyriq) seperti di Indonesia, tahun ini.Info selengkapnya klik di sumbernya : http://www.tribun-timur.com/view.php?id=56810&jenis=Opini

Iklan