Menjamah penyebab anak manja

mungkin masih teringat akan perilaku azhar yang akhir2 ini. doa harapanku azhar sekolah bersama kerja ibunya bisa senantiasa didampingi dan dikontrol, tapi ironis menjadi tidak mandiri dan jeouleus-nya masih tetap belom hilang terhadap adiknya, (rahma 3 bulan). banyak faktor yang mendidiknya menjadi anak yang rewel/cemburu, faktor-faktor itu antara lain ;

1. Kemampuan dan Kemauan Anak Sendiri. manusiawi bila anak (sebagai kakak) ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang2 yang ada didekatnya khususnya orang tua, khushushon ummuhu. dan sebagai pelampiasannya to get it yaitu dengan ‘MP’ dan merengek minta belas kasihan agar di gendong dan dituruti semua kemauannya seperti jalan2 keluar. (walau saat itu ibunya sedang sibuk menidurkan/meng’asi adiknya yang sedang nangis kelaparan/ngantuk).

2. Kepekaan dan Ketegasan ‘Didikan’ Orang Tua. teringat pesan nyak yaitu analisa rengekan tangis anak apakah itu manja/lapar/atau senjata untuk meluluhkan kasihan orang tua. bila anak sudah diberi makan dan kenyang setelah itu merengek-nangis bahkan hingga nglesot-nglesot (bs.jawa) maka anak itu mengeluarkan ‘senjata’ untuk minta kasihan, maka tindakan orang tua harus membiarkan saja namun perlu diberi tahu dengan selalu selalu berkomunikasi. orang tua sebagai harus kompak mendidik dengan senantiasa mengajak berdialog dengan anak. jangan pernah memberi punishment kepada anak tanpa ada dialog dan kesepakatan ortu-anak terlebih dahulu. awal penerapannya memang berat namun bila sudah menjadi kebiasaan dan disiplin diterapkan akan ‘mendewasakan’ anak (kata istri).

3. Acuhkan Kondisi Kesehatan/ Kebutuhan Psikis Anak. mungkin faktor2 diatas sudah diterapkan, namun anak masih blom bisa dikendalikan. maka perlu diacuhkan/perhatikan yaitu faktor kesehatan anak. hal sepele mungkin anak sedang mengalami sariawan/panas dalam/pegal-pegal/stres-kurang refresing/ sakit perut/ anyang2en maka sudah sewajarnya anak menjadi manja. maka bila anak sakit segera ditangani sesuai dengan keluhannya. bila diajak ke dukun pijat, piknik/jalan2 ke toko beli mainan atau ke dokter anak.

4. Dukungan didikan orang sekitar. seperti azhar, banyak orang yang momong terhadapnya dari pembantu, pekerja bengkel, om, tante, anak2 kost, anak PKL Bengkel hingga tetangga. terkadang disiplin sudah diterapkan orang tua namun orang2 sekitar malah memanjakan, lha inilah faktor yang hidden/teracuhkan. dan menjadi pelampiasan anak bila tidak nurut orang tua, maka akan dekat/manja dengan orang2 sekitarnya. idealnya memang keluarga bisa mandiri tidak campur dengan rumah kakek-neneknya. aku teringat cerita teman saat mengalami kasus seperti ini, maka suami istri kompak untuk rumah sendiri, anak tidak mengalami stres/kebingungan akan pendidikan-pengasuhan yang berbeda antara ortu dan kakek-neneknya. (perbedaan pada pola disiplin dan memanjakan).

demikian dulu tulisan ini semoga bermanfaat.

Wass.

referensi bacaan lain dari eramuslim bisa klik disini ;

Mari mengenal Anak Kita, 5 Point Pendidikan Anak dalam Islam, Keteladanan.

Iklan