Sadar Perubahan

Kata Bijak ‘Berubah’

“Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti.” Henri Bergson, Filsuf Prancis (1859-1941)

“Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak.” Prof Charles Handy, Filsuf

Sadar Diri merupakan Karunia-Nya

Sungguh sebuah karunia Allah swt kepada anda ketika anda menyadari perbuatan itu karena betapa banyak para pelaku maksiat dan dosa tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu adalah dosa disisi Allah swt.

Kebaikan didalam diri seseorang adalah ketika dirinya menyadari bahwa dia telah berbuat kesalahan dan keburukan adalah ketika dirinya merasa bahwa dia telah berbuat kebaikan.

Tentunya sudah menjadi sunnatullah (aturan Allah) di alam ini adalah bahwa sebuah perubahan tidaklah berlangsung sekejapan mata akan tetapi membutuhkan waktu dan berlangsung secara bertahap. Bukankah perubahan dari malam menjadi siang atau siang menjadi malam berjalan secara bertahap ?!, bukankah perubahan dari sebuah benih yang ditabur di ladang menjadi sebuah pohon yang berbuah dan mendatangkan manfaat bagi orang di sekelilingnya juga berjalan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar?!, bukankah perubahan dari seorang bayi yang masih sangat bergantung kepada ibunya menjadi dewasa sehingga bisa membantu orang tua dan orang lainnya juga secara bertahap?

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Artinya : “Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi sunnatullah itu.” (QS. Al Fath : 23)

Tidak Putus Asa untuk Berusaha

Maka tidak semestinya anda berputus asa untuk terus berusaha menghilangkan kebiasaan buruk tersebut meskipun terkadang masih suka melakukannya. Yakinilah selama anda mengembalikan semuanya kepada Allah swt dan meminta bantuan kepada-Nya dengan sungguh-sungguh maka insya Allah anda akan bisa terbebas darinya Sesungguhnya Allah tidaklah pernah menzhalimi hamba-Nya akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.

Tentunya pengembalian urusan dan permohonan pertolongan anda kepada Allah swt tidaklah menjadikan anda berpangku tangan daripada usaha-usaha anda sendiri untuk lepas darinya, sebagaimana frrman-Nya ;

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ro’du : 11)

Jika memang anda benar-benar ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu maka tancapkanlah tekad itu didalam hati anda dan hentikanlah perbuatan itu namun jika memang jiwa anda belum bisa melakukannya sekaligus maka anda harus berusaha untuk menguranginya sedikit-sedikit hingga pada saatnya nanti anda betul-betul terbebas darinya.

Ingatlah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah swt karena itu adalah perbuatan orang-orang kafir dan sesat, sebagaimana firman-Nya :

وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya : “… Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf : 87)

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّآلُّونَ

Artinya : “Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS. Al Hijr : 56)

comotan dari berbagai sumber : diknas,eramuslim

Iklan