tentang Ulang Tahun

moment ulang tahun menjadi refleksi hidup selama ini ; sudah dihabiskan untuk apa hidup ini ? ada hadits sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan selalu beramal sholeh..

sudahkah berbuat baik kepada orang lain, sudahkah rutin mengisi infak masjid, menyantuni orang miskin dan yatim, sudahkan berzakat, sudahkah sholat lail rutin, sudahkah penyakit hatimu sudah terkikis dan hilang… dan masih banyak kebaikan yang belum diamalkan

masya Allah ternyata smuanya masih kurang dan perlu perbaikan… jangan bergembira atas bertambah umur ini.

bacaan lain :

Merayakan Hari Lahir dan Ulang Tahun

Tanya : Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa – atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah – untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa.

Perihal hari lahir orang-orang atau anak-anak atau hari ultah perkawinan dan semacamnya, semua ini tidak disyariatkan dalam (Islam) dan merupakan bid’ah yang sesat. (Syaikh Muhammad Salih Al ‘ Utsaimin)

Sumber :
Al-Bid’u wal-Muhdatsaat wa maa laa Asla Lahu- Halaman 224; Fataawa fadhilatusy-Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin- Jilid 2, Halaman 302.

(Diterjemahkan dari tulisan Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin, url sumber http://www.fatwa-online.com/fataawa/innovations/celebrations/cel003/0010428_1.htm oleh tim Salafy.or.id)

source :
http://muslimcreative.wordpress.com/2009/01/13/hukum-merayakan-ulang-tahun-dalam-islam/#comment-312

Iklan

1 Comment

Komentar ditutup.