(copas) Turun Waris

Turun Waris

Sering untuk keperluan mengalihkan tanah warisan, misalnya untuk dijual, diperlukan adanya “turun waris” lebih dulu. Hal ini sebagai jaminan keamanan agar pembeli membeli tanah warisan tersebut dari pihak yang berhak, yaitu para ahli warisnya. Turun waris berarti mengalihkan nama kepemilikan tanah dalam sertifikat (balik nama) dari pewaris (orang yang meninggal)  ke ahli waris.

Turun waris dilakukan di kantor pertanahan (BPN), yang biasanya di tingkat kabupaten atau kotamadya (kantor wilayah). Dengan diajukannya turun waris pada kantor pertanahan, maka kantor pertanahan akan membaliknamakan nama pewaris dalam sertifikat tanah menjadi atas nama ahli waris. Dalam sertifikat tanah yang baru, nama yang muncul sebagai pemilik tanah tersebut adalah ahli warisnya.

Setelah balik nama, dalam proses jual beli tanah warisan tersebut para ahli waris bertindak bukan lagi dalam kualitasnya sebagai “ahli waris”, melainkan sebagai pemilik. Dan sebagai pemilik tanah yang sah, maka dalam transaksi tanah warisan itu tidak lagi diperlukan dokumen-dokumen pewarisan, misalnya Surat Keterangan Kematian dari pewaris atau Surat Keterangan Ahli Waris. Fakta bahwa Pewaris telah meninggal dunia dan si pemilik adalah ahli warisnya telah diakui dalam proses turun waris di kantor pertanahan.

Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk melakukan turun waris:

  1. Surat Keterangan Kematian Pewaris,
  2. Surat Keterangan Ahli Waris,
  3. Fotokopi KTP para ahli waris.
Iklan