Kisi kisi tes Wawancara

Pengertian dan tujuan performansi pekerjaan

Performansi adalah cacatan outcome yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan selama suatu periode waktu tertentu. (Bernandin & Russell). Sedangkan yang dimaksud dengan penilaian performansi adalah suatu cara mengukur kontribusi-kontribusi dari individu-individu anggota organisasi kepada organisasinya. (Kae E. Chung & Leon C. Megginson).

Tujuan dari penilaian performansi terbagi atas dua macam, yakni :

Untuk me-reward performansi sebelumnya, dan
Untuk memotivasikan perbaikan performansi pada yang waktu yang akan datang.

Ada 2 syarat utama yang diperlukan untuk melakukan penilaian performansi yang efektif, yaitu:

Adanya kriteria performansi yang dapat diukur secara objektif,
Adanya objektifitas dalam proses evaluasi.

source ;
http://belajarmanagement.wordpress.com/2009/04/24/pengertian-dan-tujuan-performansi-pekerjaan/

Tes Kepribadian Analogi Burung Merpati

Penjelasan: Menganalisa kepribadian manusia dari warna burung yang dipresentasikan dalam bentuk soal cerita

Soal:
Suatu hari seekor burung merpati tanpa sengaja masuk ke kamar kamu dia terperangkap, akhirnya kamu berniat memelihara burung tersebut?

Namun ketika beberapa hari kamu memeliharanya, ada hal aneh yang terjadi !!

Pada hari yg ke-5 burung itu berubah warna menjadi warna kuning, yang awalnya adalah hitam!

Di hari yang ke-6 burung itu berubah kembali namun menjadi warna merah.

dihari ke-7 pun masih saja burung itu berubah warna yaitu menjadi warna hitam menurut analisa kamu? Di hari ke-8 burung itu akan berubah warna menjadi warna apa kira-kira?

dari pilihan point dibawah ini?

A) TETAP HITAM

B) BERWARNA BIRU

C) BERWARNA PUTIH

D) BERWARNA EMAS

silahkan tentukan jawaban kamu.

Hasil riset dari sang psikolog, meninjau dan menganalisa juga menebak kepribadian kamu dari jawaban tersebut.

Jika kamu menjawab
(A)
termasuk org yang sering pesimis terhadap sesuatu, kamu percaya pada asumsi tentang “keadaan buruk tidak akan mjdi normal” artinya situasi tertekan yg kamu alami , sering menjadi kekhawatiran terus terjadi pada hdup kamu? Cobalah untuk berusaha percaya pada diri sendiri.

(B)
termasuk orang yang optimis, kamu percaya dengan asumsi “hidup ini terkadang baik dan terkadang buruk” kamu termasuk orang yang merasa tidak ada gunanya jika melawan kenyataan. Dalam hidupmu kamu sering was-was dalam merencanakan masa depan.

(C)
termasuk orang yang tenang dan tegas dalam melakukan sesuatu, termasuk orang yang begitu marah jika melakukan sesuatu dibawah tekanan orang lain. Gampang resah namun tidak terburu- buru dalam mengambil keputusan.

(D)
termasuk orang yang pemberani, hanya sedikit dalam memegang rasa takut, tidak ingin bahkan begitu membenci sesuatu hal yang dilakukan atau pekerjaannya berada dalam tekanan orang lain. Selalu berospek tinggi jika berbicara tentang masa depan.

source : https://www.facebook.com/Tes.Kepribadian

MOTIVASI
Contoh pertanyaan wawancara yang dapat menggaali aspek motivasi antara lain ;
mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini
apa yang membuat anda tertarik dengan perusahaan ini
tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan
tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan
sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja
apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda
apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit
apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan
apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya
selama perjalanan karir anda posisi mana yang paling anda sukai
mengapa anda ingin mengubah karir
apa arti bekerja bagi anda

source ; http://www.siloker.info/2012/05/contoh-pertanyaan-wawancara.html

LOYALITAS DALAM BEKERJA

Menurut kamus bahasa Indonesia, loyal berarti patuh, setia. Sedangkan loyalitas sesungguhnya adalah kesediaan dengan sungguh-sungguh oleh karena kesadaran bahwa ada otoritas yang harus dipatuhi.
Loyalitas dipahami sebagai bentuk kesetiaan dan keberpihakan seseorang di tempat ia beraktivitas. Kesetiaan mengandung pengertian bahwa seseorang telah merasakan bahwa di samping kita telah memberikan kontribusi, organisasi juga telah memberikan kompensasi. Hubungan kausalitatif inilah yang memberikan reward bagi kedua belah pihak. Reward dari organisasi kepada karyawan berupa legitimasi dari berbagai aspek, termasuk kompensasi. Reward dari karyawan kepada organisasi adalah berupa loyalitas. Seseorang yang telah memiliki kesetiaan, biasanya terefleksikan ke dalam aktivitas sehari-hari dalam pekerjaan. Misalnya ia cenderung lebih aktif, lebih reaktif, dan memiliki filterisasi organisasi yang tinggi. Kecenderungan lebih aktif dapat dipahami bahwa biasanya orang tersebut memiliki daya inisiatif dan kreatifitas yang tinggi.

Setiap perusahaan pasti ingin memiliki karyawan yang loyal. Mereka yang loyal diyakini dapat memberikan kontribusi maksimal dan selalu optimal dalam bekerja. Makanya dalam setiap tes rekruitmen, penilaian loyal atau tidaknya karyawan seringkali menjadi pertimbangan penting. Perusahaan menilai loyalitas karyawan dari beberapa besar keterlibatan karyawan dalam bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Karyawan yang selalu bekerja tanpa menuntut hak-hak yang semestinya diperoleh, dianggap sebagai karyawan teladan. Semakin banyak jam kerja karyawan dalam satu hari yang dihabiskan untuk perusahaan, maka karyawan tersebut dianggap memiliki tingkat loyalitas yang tinggi. Tetapi semakin ‘pas’ jam kerja karyawan, maka karyawan tersebut dianggap biasa-biasa saja. Dan apabilakaryawan yang datang terlambat di tempat kerja dan tidak menjadi masalah apakah pulang sesuai jam kerja kantor atau menyesuaikan jam pulang dengan jumlah waktu keterlambatan atau bahkan melebihi jumlah waktu keterlambatan, maka karyawan tersebut dianggap kurang loyal. Dan perusahaan cenderung mendorong karyawannya untuk kerja selama mungkin.
Mengapa loyalitas menjadi salah satu kualitas penentu hubungan antara perusahaan dengan karyawan? Meski hampir tak ada perusahaan atau pimpinan yang berterus terang meminta loyalitas dari karywannya, namun diam-diam banyak dari mereka yang mengharapkannya. Dengan mendapatkan loyalitas dari karyawannya, sebuah perusahaan merasa benar-benar ‘memiliki’ karyawan yang siap tempur demi kepentingan usahanya, atau seorang pimpinan tak ragu lagi perintahnya tidak terlaksanakan. Demikian pula, bila seorang karyawan yakin telah memberikan loyalitasnya, ia tak perlu khawatir kehilangan pekerjaannya.

source ; http://bimbingankarirkita.blogspot.com/2009/06/loyalitas-dalam-bekerja.html

Iklan